Polri Limpahkan Tahap I Berkas Kasus Dugaan Suap Bupati Nganjuk.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Jendral Pol Raden Argo Yuwono.

 

BPI-news, Jakarta – Bareskrim Polri melimpahkan berkas perkara penyidikan kasus dugaan jual beli jabatan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, ke pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Penyerahan berkas perkara tahap saya diberikan ke Jaksa Peneliti atau Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung pada hari ini,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/6).

Pelimpahan tahap I itu terdiri dari tujuh berkas perkara untuk tujuh orang tersangka.

Menurut Argo, setelah pelimpahan menunggu dari Kejagung tersebut apakah berkas sudah dinyatakan lengkap atau belum.

Jika nantinya dinyatakan lengkap, kata Argo, pihak penyidik ​​bakal langsung melakukan tahap II atau pelimpahan barang bukti dan tersangka ke Korps Adhyaksa.

“Pelimpahan berkas perkara sebagaimana diamanatkan KUHAP untuk dilakukan penelitian selama waktu tertentu (14 hari),

“dan dinyatakan cukup dan lengkap maka penyidik ​​wajib melakukan tahap II,” ujar Argo.

Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai dugaan dugaan pengisian terkait jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY),

Camat Loceret Bambang Subagio (BS), Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Bupati Ajudan Ngajuk M. Izza Muhtadin.[Sutarno ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *