Polisi Lakukan Olah TKP. Terhadap Mayat Perempuan di Sungai Ciampelas

Bpi-news, Bogor – Polres Bogor, penemuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di Sungai Ciampea pada hari Rabu (13/7/22) sekitar pukul 16.00 Wib.

Diketahui korban berinisial K (16) adalah anak dari pasangan suami (AW) dan istri (S) yang diduga korban tenggelam akibat terpeleset dan terbawa arus sungai.

Korban yang telah meninggalkan rumah tanpa pamit sejak hari Minggu (10/7/22) sekira pukul 03.00 Wib, diketahui korban mengalami keterbelakangan mental kemudian pihak keluarga sempat mencarinya namun tidak membuahkan hasil.

Korban ditemukan pertama kali oleh A (28) yang sedang berjalan dipinggir sungai melihat sesosok mayat dengan posisi mengambang yang kemudian A melaporkannya ke Bhabinkamtibmas Desa Tegalwaru Aiptu Dadan Abdullah.

“Setelah mendatangi TKP kami melakukan pengecekan serta olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.” Ungkap Kapolsek Ciampea Kompol Beben Susanto, SH.

“Lalu korban dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan visum yang kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarga.” Tutupnya.

*Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Ciampea, Polisi Lakukan Olah TKP*

Ciampea – Polres Bogor, penemuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di Sungai Ciampea pada hari Rabu (13/7/22) sekitar pukul 16.00 Wib.

Diketahui korban berinisial K (16) adalah anak dari pasangan suami (AW) dan istri (S) yang diduga korban tenggelam akibat terpeleset dan terbawa arus sungai.

Korban yang telah meninggalkan rumah tanpa pamit sejak hari Minggu (10/7/22) sekira pukul 03.00 Wib, diketahui korban mengalami keterbelakangan mental kemudian pihak keluarga sempat mencarinya namun tidak membuahkan hasil.

Korban ditemukan pertama kali oleh A (28) yang sedang berjalan dipinggir sungai melihat sesosok mayat dengan posisi mengambang yang kemudian A melaporkannya ke Bhabinkamtibmas Desa Tegalwaru Aiptu Dadan Abdullah.

“Setelah mendatangi TKP kami melakukan pengecekan serta olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.” Ungkap Kapolsek Ciampea Kompol Beben Susanto, SH.

“Lalu korban dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan visum yang kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarga.” Tutupnya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *