Mahkamah Agung MA memvonis Adelin Lis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar.

 

BPI-news.com , Jakarta – Jika dalam tempo 1 bulan, terdakwa kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Adelin lis tidak mampu mengembalikan uang negara Rp 190 miliar maka hukumannya ditambah 4 tahun penjara.

“Begitu, ini berkekuatan hukum tetap. 1 Bulan setelah 3 kali dipanggil. Kalau selama 1 bulan tidak dikembalikan, dia dikenai 4 tahunnya, subsidernya,” kata Jampidsus Marwan Effendi.

Hal ini disampaikan Marwan usai acara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat eselon II Kejagung di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2008).

Menurut dia, aset Adelin Lis dinilai tidak mencukupi untuk dilakukan eksekusi. “Asetnya cuma berapa, yang dirampas cuma sedikit.

Itu nggak ada berapa miliar. Sedangkan dia harus mengembalikan Rp 190 miliar,” ujar Marwan.

Marwan mengatakan, pengembalian uang itu menunggu Adelin Lis hingga tertangkap.

Kejagung pun bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri.Tunggu ketangkap 10 tahun. Ditambah 4 tahun. Jadi 14 tahun,” ujar dia.

Mahkamah Agung (MA) memvonis Adelin Lis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS.

Selain itu, Adelin dihukum membayar denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Wartawan: Sutarno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *